BANJARMASIN – Pelaku pembunuhan berdarah di Gang Bambu, Kelurahan Kelayan Timur, diringkus aparat tak lama setelah kejadian, Senin (9/5) dini hari.
Pelaku yang berjumlah dua orang itu diamankan polisi di rumah istri salah seorang pelaku di kawasan Sutoyo S, saat sedang tidur. Keduanya adalah Hadi (20) dan Jumadi (28), warga Jalan Tembus Mantuil Gang Gandapura.
“Pelaku kita amankan di rumah istrinya di Teluk Dalam,” ucap Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Idit Aditya.
Dalam ungkap kasus bersama awak media, Idit menyebut pembunuhan yang menewaskan Sauki (25) dipicu lantaran ketersinggungan. “Pelaku dan korban ini berteman, mereka merupakan relawan yang jaga di perempatan sekitar lokasi kejadian,” imbuh Idit.
Sesaat sebelum kejadian, pelaku menyebut korban Sauki saat ini berada di tempat kerjanya di perempatan Lingkar Dalam – Gerilya. Di sana, korban malah meminta jatah uang kepada pelaku, Hadi.
“Ia minta duit ke ulun yang saat itu jaga, minta Rp 25 ribu, kada ulun kasih, malah menggepak-gepak,” tutur Hadi saat diwawancara awak media.
Tak terima terus disenggol, Hadi pulang ke rumah mengambil sajam. Pelaku lainnya, Jumadi, yang saat itu berada di lokasi turut membantu Hadi mengeroyok pelaku.
Pembunuhan pun tak terelakan. Korban, Sauki tewas dengan dua luka menganga di bagian leher. Jasadnya pertama kali ditemukan warga setempat, Senin (9/5) dini hari. (nn)

Leave a comment