BANJARMASINKALSEL

Tunda Kenaikan Harga LPG dan Pertalite, Bang Dhin: Bakal Inflasi dan Ganggu Daya Beli Masyarakat

366

BANJARMASIN – Politisi muda PDI-Perjuangan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin meminta agar pemerintah menunda kenaikan LPG dan Pertalite.

“Kedua produk ini paling banyak dikonsumsi masyarakat, dan itu masyarakat bawah. Apalagi daya beli dan keuangan dari mereka sendiri bisa dibilang belum stabil akibat pandemi Covid-19,” ucap Bang Dhin, sapaan akrabnya.

Pernyataan Bang Dhin tersebut terkait dengan pemerintah tengah melakukan kajian untuk meningkatkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (kg) dan juga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite

Kenaikan harga gas LPG 3 kg dan Pertalite merupakan upaya pemerintah agar bisa mengurangi nomboknya Pertamina.

Konsumsi LPG 3 kg terus meningkat. Dari 6,3 juta ton pada tahun 2017, konsumsi LPG 3 kg di masyarakat telah naik menjadi 7,5 juta ton pada tahun 2021. Pada tahun 2022 pun pemerintah dalam APBN 2022 memprediksi konsumsi LPG akan mencapai 8 juta ton. Sedangkan konsumsi Pertalite tercatat meningkat dari 380 ribu kiloliter (kl) pada 2015 menjadi 23 juta kl pada 2021. Konsumsi 2021 meningkat 27,1% dari 18,1 juta kl pada 2020. Kementerian ESDM mencatat, Pertalite adalah jenis bensin yang paling banyak dikonsumsi. Porsi konsumsi Pertalite mencapai 79%.

Pada tahun 2022 pun pemerintah dalam APBN 2022 memprediksi konsumsi LPG akan mencapai 8 juta ton, sementara itu Kementerian ESDM mencatat, Pertalite adalah jenis bensin yang paling banyak dikonsumsi. Porsi konsumsi Pertalite mencapai 79%

“Pemerintah bisa memakai skema subsidi silang dari hasil keuntungan komoditas ekspor. Sektor mineral dan batu bara harganya tengah melejit. Satu lagi, pemerintah harus memberikan subsidi telat sasaran,” katanya. 

Contoh LPG tabung 3 Kg, tambah dia, pemerintah harus melaksanakan transformasi subsidi LPG tabung 3 Kg dari subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi berbasis target penerima agar lebih tepat sasaran.

Sebagai informasi subsidi untuk Pertalite sebesar Rp 4.000 – Rp 4.500 per liter dari harga yang diterima konsumen saat ini Rp 7.650 per liter. Sedangkan LPG 3 kg mendapatkan subsidi sebesar Rp 11.250 per kg atau Rp 33.750 per tabung dari harga yang diterima konsumen saat ini hanya Rp20 ribuan per tabung. 

“Apabila pemerintah tetap menaikkan, berdampak pada inflasi yang ikut naik dan akan mengganggu daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah,” pungkas pria yang dekat dengan kalangan muda Kalsel ini. (syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan...

UMARA Permudah Modal UMKM Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank Kalsel resmi meluncurkan program...

Pemko Banjarmasin Dorong Aksi Lingkungan Lewat Tanam 100 Pohon

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menghadiri kegiatan Aksi Tanam...

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...