BANJARMASIN – Reaksi keras dan keprihatinan terus bermunculan. Menyusul pernyataan Edy Mulyadi, yang beberapa hari terakhir ini viral di media-media sosial.
Kali ini datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Bahsyim Kalimantan, Habib Muhammad Alwi Bahasyim. Menurutnya, statement Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan tempat jin buang anak, sesungguhnya menyinggung perasaan masyarakat di pulau ini.
“Tak sepantasnya kalimat seperti itu disampaikan. Di ranah publik pula. Langsung atau tidak langsung, ini menyakiti perasaan warga Kalimantan. Kata-kata itu merendahkan dan tak bermartabat. Kami prihatin,” kata Habib Muhammad Alwi Bahsyim, Senin (24/1).
Ia menyatakan, sesungguhnya setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 lalu, seluruh daerah dan pulau-pulau yang ada di Nusantara ini telah mengikat komitmen untuk bersatu dalam bingkai negara Indonesia. Tidak membeda-bedakan suku, juga dari pulau mana warganya berasal.
“Kata-kata itu sungguh merendahkan. Seolah, orang Kalimantan itu masyarakat yang bagaimana gitu. Sampai-sampai disebut tempat jin buang anak. Ini sungguh prilaku yang tidak mencerminkan asas-asas toleransi, sama sekali tidak menghargai masyarakat Kalimantan,” tegasnya.
Habib Muhammad Alwi Bahasyim meminta agar peristiwa memalukan ini diusut melalui jalur hukum secepatnya. Agar reaksi masayrakat Kalimantan tidak liar. “Indonesia negara hukum, maka kasus ini harus diproses. Segera usut. Supaya ada efek jera, dan tidak terulang kembali di masa mendatang,” pungkasnya. (syl)

Leave a comment