RETORIKABANUA.ID, Rantau – Pemerintah Kabupaten Tapin kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan 2026, Kabupaten Tapin berhasil meraih peringkat pertama kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam acara yang digelar di Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5).
Bupati Tapin, H. Yamani hadir langsung menerima penghargaan tersebut, didampingi Sekretaris Daerah, Unda Absori, Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, serta Kepala BKAD Tapin, Haris Fadhilah.
Capaian ini menjadi bukti bahwa berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Tapin berjalan efektif dan berkelanjutan, terutama dalam menekan angka kemiskinan serta mempercepat penurunan stunting hingga ke tingkat desa.
H. Yamani mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga masyarakat.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti bahwa kerja bersama yang konsisten mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin program yang dijalankan benar-benar dirasakan hingga tingkat bawah,” ujarnya.
Berdasarkan data, angka kemiskinan di Kabupaten Tapin pada 2025 tercatat sebesar 2,91 persen, sementara prevalensi stunting berada di angka 12,3 persen. Keduanya menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
“Ini menunjukkan kinerja yang terus membaik dalam penanganan kemiskinan dan stunting di Kabupaten Tapin,” tambahnya.
Untuk tahun 2026, Pemkab Tapin menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 2,5 persen dan prevalensi stunting ditekan hingga 8 persen. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan sinergi lintas sektor, baik di tingkat pemerintah daerah maupun sektor swasta.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan dana desa dilakukan secara rutin oleh Inspektorat Kabupaten Tapin untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Pengawasan dana desa terus dilakukan agar penggunaannya tepat sasaran dan mendukung program prioritas daerah,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Tapin terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, guna mempercepat penanganan kemiskinan dan stunting.
“Fokus kami adalah menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas manfaatnya agar masyarakat Tapin semakin sehat, mandiri dan sejahtera,” tutupnya. (ki)

