BANJARMASINPemko Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Dorong Data Jadi Dasar Kebijakan

13

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong pemanfaatan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan.

Dengan data yang tepat, pemerintah dapat memastikan setiap program dan intervensi lebih sesuai dengan persoalan serta kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda saat mewakili Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR dalam Sosialisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (7/10).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral dalam Mendukung Pembangunan Berbasis Data”.

“Kita harus mengubah cara pandang dari data untuk laporan menjadi data untuk keputusan,” pesan Wali Kota yang disampaikan, Ananda.

Menurut Pemkot Banjarmasin, data tidak seharusnya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi. Data harus mampu membantu pemerintah mengenali persoalan, menentukan prioritas, menetapkan sasaran program, hingga mengukur hasil pembangunan.

Data sektor pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, infrastruktur, lingkungan, pelayanan publik, hingga ketenagakerjaan perlu menggambarkan kondisi masyarakat secara aktual. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi, wilayah yang membutuhkan perhatian, serta bentuk intervensi yang sesuai.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama mengatakan, data yang dikumpulkan perangkat daerah harus memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.

“Data itu tidak berhenti pada pengumpulan. Data harus dilihat fungsinya untuk apa, kemudian dianalisis sehingga dapat menjadi bahan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyelenggaraan statistik sektoral bukan hanya menjadi tanggung jawab Diskominfotik. Setiap perangkat daerah memiliki peran dalam menghasilkan, mengelola, serta memanfaatkan data sesuai tugas masing-masing.

Penguatan tata kelola data juga diarahkan pada pemanfaatan portal data pemerintah daerah. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, perangkat daerah diharapkan menggunakan data yang sama dalam proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga evaluasi.

Dengan pendekatan tersebut, data dapat membantu menjawab persoalan yang lebih konkret, seperti masalah yang paling mendesak, kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan, lokasi yang menjadi prioritas intervensi, hingga dampak dari program yang telah dijalankan.

Pemanfaatan data juga diperkuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan generasi muda.

Dalam Banjarmasin Datathon 2026, misalnya, peserta mengolah data menjadi sejumlah analisis terkait persoalan perkotaan.

Juara I diraih Febria Sera Darnefi dari Universitas Sari Mulia melalui kajian pemanfaatan Convolutional Neural Network (CNN) untuk klasifikasi motif sasirangan dan pemodelan spasial sentra industri kecil dan menengah (IKM).

Juara II diraih Muhammad Rizky Aditya dari Universitas Lambung Mangkurat melalui analisis klaster beban penyakit dan sumber daya pelayanan kesehatan puskesmas. Sementara Juara III diraih Muhammad Fadillah dari Universitas Lambung Mangkurat melalui pemetaan ketimpangan pelayanan persampahan.

Hasil tersebut menunjukkan bagaimana data dapat digunakan untuk membaca persoalan secara lebih spesifik, mulai dari kebutuhan pelayanan kesehatan, ketimpangan pelayanan persampahan, hingga potensi pengembangan IKM.

Hal serupa terlihat dalam Banjarmasin Smart City Ideathon 2026. Sejumlah tim mengembangkan inovasi berbasis data dan teknologi untuk menjawab persoalan perkotaan.

Tim Geo-Sinfra Gogo dari Politeknik Negeri Banjarmasin mengembangkan sistem informasi geografis untuk pemetaan infrastruktur permukiman menggunakan CNN dan Decision Tree.

Sementara Tim Gawi Sabumi Tech dari Universitas Lambung Mangkurat mengembangkan SAMBAT, sistem agen masyarakat berbasis AI social listening dan normalisasi Bahasa Banjar untuk mendukung smart governance.

Adapun Tim Buhan Amawang dari Politeknik Negeri Banjarmasin mengembangkan Banua Simpun, digitalisasi bank sampah dan aksi bersih sungai berbasis gamifikasi.

Pemkot Banjarmasin menilai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa data dapat dikembangkan menjadi informasi dan inovasi yang membantu pemerintah merespons persoalan masyarakat.

Meski demikian, pemanfaatan data membutuhkan informasi yang konsisten dan berkualitas. Karena itu, penguatan statistik sektoral diarahkan pada peningkatan kualitas data, koordinasi antarperangkat daerah, standardisasi pengelolaan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kemampuan aparatur dalam menganalisis data.

Pemkot Banjarmasin berharap data dapat digunakan dalam seluruh tahapan pembangunan, bukan hanya ketika laporan harus dibuat.

Mulai dari mengenali persoalan, menentukan prioritas, menyusun program dan anggaran, menjalankan intervensi, hingga mengukur hasilnya.

Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan data tidak hanya diukur dari banyaknya data yang terkumpul, tetapi dari sejauh mana data tersebut membantu pemerintah mengambil keputusan yang tepat dan menghadirkan pelayanan serta pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat Banjarmasin. (mc)

Related Articles

71 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin, Posko Siaga Diperkuat

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Sebanyak 71 kejadian kebakaran lahan tercatat di Kota Banjarmasin...

Indonesia Juara, Balai Kota Banjarmasin Bergemuruh

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ribuan warga memadati Halaman Balai Kota Banjarmasin, Senin (5/10)...

Serahkan Anugerah Komvas 2026, Yamin HR Dorong Inovasi Berdampak bagi Warga

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bappeda Litbang menggelar Penganugerahan Kompetisi...

Tinjau Distribusi Air Bersih, Yamin Harap Warga Kuin Cerucuk Tak Lagi Kesulitan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR meninjau langsung penyaluran...