Banjarbaru – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kota Banjarbaru bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi Kampung Moderasi Beragama, di Banjarbaru, Selasa (10/10).
Topik yang diusungkan dalam sosialisasi ini yaitu Pentingnya toleransi dan pemahaman beragama dalam hidup berdampingan di masyarakat.
Topik ini diangkat, mengingat akan memasuki tahun politik, dimana masyarakat Banjarbaru diharapkan dapat terjaga kondusif.
Sejumlah tamu undangan berhadir dalam sosialisasi ini, mulai dari FKUB, KUA, Lurah Guntung Manggis, Lurah Guntung Paikat, Lurah Sungai Ulin, tokoh agama hingga masyarakat.
H. Rimazullah selaku Kepala Bimas Kemenag Banjarbaru, mengatakan tujuan dari kegiatan program ini memasuki tahun politik, juga agar para penyuluh dan masyarakat mengetahui tentang moderasi beragama.
“Untuk menciptakan kedamaian, keharmonisan dan cinta damai dalam kerukunan beragama di masyarakat Banjarbaru,” katanya.
Nantinya masyarakat lebih toleransi di tengah tengah kehidupan beragama. Setiap persoalan yang ada, diharapkan masyarakat sendiri lebih paham dan mengerti.
H Rimazullah menyampaikan kegiatan ini sebagai langkah atau menjembatani permasalahan di Jalan Jeruk antara warga RT 29 Sungai Ulin dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
“Kami menghadirkan langsung tokoh LDII, tokoh masyarakat, RT 29 Sungai Ulin, untuk dapat bersama sama dalam kegiatan sosialisai ini dan langkah apa yang akan di ambil selanjutnya nanti,” ungkapnya.
Mengenai launching kampung moderasi beragama, nantinya dilaksanakan di Kelurahan Guntung Paikat dan Guntung Manggis sebagai kelurahan yang terpilih.
“Sementara kita tunda dulu launching, selesaikan permasalahan yang berada di RT 29 Sungai Ulin oleh pihak terkait dengan mediasi, karena ini berkaitan dengan kerukunan toleransi dan cinta damai dalam program kampung moderasi beragama,” tegasnya. (mcbjb/rc)


Leave a comment