BANJARBARU – DPRD Kota Banjarbaru menggelar rapat kerja, Selasa (13/9). Raker ini secara khusus bersama dengan direksi PTAM Intan Banjar (Perseroda)
Digelar di Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, legislatif menggelar raker ini guna merespons banyaknya keluhan masyarakat atas naiknya tarif harga air bersih PTAM Intan Banjar.
Menurut Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar, pihaknya meminta agar PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar mengkaji ulang soal penyesuaian tarif beban tetap tersebut.
“Kami meminta agar kenaikan tarif bisa dikaji ulang dan dievaluasi kembali. Atau bahasa lainnya bisa ditunda dulu,” ucap legislator Partai Gerindra ini.
Dilanjutnya, kenaikan tarif beban tetap tersebut sangat tidak tepat. Hal ini lantaran masyakarat masih dalam masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Ini juga berbarengan dengan kenaikan harga BBM, lalu juga ada kenaikan harga sembako. Belum lagi inflasi yang meningkat dan minimnya lapangan pekerjaan. Jadi momennya memang tidak tepat,” katanya.
Legislatif, kata Fadliansyah, menyarankan agar manajemen PTAM Intan Banjar bisa melakukan penyesuaian tarif secara bertahap. Tak langsung ujug-ujug seperti yang ada.
“Iya dilakukan secara bertahap, tidak langsung sekaligus. Misalnya naiknya berapa persen dulu, karena kan sekarang ini naiknya sekitar 20 persen,” pintanya. (mrf)

Leave a comment