AMUNTAI – Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar coaching clinic ke-2 gelombang pertama pendaftaran Calon Guru Penggerak (CGP) dan Calon Pengajar Praktik (CPP) program pendidikan guru penggerak angkatan 7 di Gedung Agung, Selasa (5/4).
Sebanyak 170 peserta yang dibagi dua sesi dengan narasumber dari Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) Bandung, Chatin Fakara, Irvan Fadhila Asir, dan Tika Andriyani.
Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) RI ini dalam rangka membangun pola pikir yang baru, dimana anak didik menjadi tolak ukur dalam pembelajaran. Mengingat perbedaan kemampuan yang dimilikinya.
“Dalam kurikulum kedepannya, program ini lebih mengacu kepada menilai potensi murid. Jadi guru lebih mengobservasi akan kemampuan dan kemauan murid, sehingga dapat lebih diarahkan efesien dan efektif,” kata Kepala Disdikbud HSU Jumadi.
Adanya program pendidikan guru penggerak ini akan menjadi pelopor pendidikan, sehingga memberikan perubahan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter, daya saing, serta akhlak mulia.
Ia menambahkan, program guru penggerak ini adalah mereka para guru PNS atau non PNS yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta yang terdaftar di data pendidik.
“Diharapkan ke depannya akan muncul sekolah penggerak yang akan disesuaikan dengan kurikulum Merdeka yang merupakan gagasan kabinet saat ini,” ucapnya. (mid)

Leave a comment