BANJARMASINPemko Banjarmasin

71 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin, Posko Siaga Diperkuat

9

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Sebanyak 71 kejadian kebakaran lahan tercatat di Kota Banjarmasin sejak Juli hingga Oktober 2026. Pemerintah Kota Banjarmasin pun memperkuat kesiapsiagaan melalui posko siaga 24 jam, pemadaman darat, pembasahan lahan, hingga dukungan operasi helikopter water bombing.

Penguatan penanganan tersebut dilakukan atas arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR. Upaya tidak hanya difokuskan pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga pencegahan, pemantauan titik rawan, perlindungan petugas, dan penanganan dampak kabut asap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengatakan, kejadian kebakaran lahan menunjukkan tren peningkatan sejak Juli hingga Oktober.

“Dari Juli, Agustus, September hingga Oktober trennya meningkat. Terhitung sejak Juli sampai Oktober ini, ada 71 kejadian,” kata Husni.

Berdasarkan data BPBD, Sungai Andai menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 12 kejadian. Disusul Basirih Selatan dan Pemurus Dalam masing-masing enam kejadian, Tanjung Pagar enam kejadian, serta Kuripan tiga kejadian.

Dalam perkembangan terakhir, kebakaran lahan antara lain terjadi di kawasan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, serta Sungai Biuku Terantang, Kelurahan Sungai Andai.

BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjarmasin bersama unsur terkait dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Untuk mempercepat respons, Pemkot Banjarmasin membentuk Tim Siaga Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kabut Asap. Posko Induk ditempatkan di Kantor BPBD Kota Banjarmasin sebagai pusat koordinasi penanganan.

Selain Posko Induk, BPBD mendirikan tiga pos lapangan di Pemurus Dalam, Sungai Andai dan Sungai Lulut. Pos tersebut diperkuat personel gabungan dan beroperasi selama 24 jam dalam dua shift.

Personel yang terlibat berasal dari BPBD, Damkar Pemko Banjarmasin, Damkar Swakarsa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Pos lapangan tidak hanya digunakan ketika terjadi kebakaran. Saat tidak ada kejadian, petugas melakukan pemantauan dan pembasahan lahan kering yang dinilai berpotensi terbakar.

Unit tangki dan peralatan portabel juga disiagakan untuk memastikan ketersediaan air ketika pemadaman maupun pembasahan lahan diperlukan.

PAM Bandarmasih turut mendukung penanganan dengan memasok air untuk kebutuhan pemadaman di sejumlah titik.

Penanganan kebakaran juga dilakukan hingga wilayah yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin.

Tim Banjarmasin beberapa kali membantu pemadaman di wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala melalui koordinasi dengan BPBD serta pihak terkait di masing-masing daerah.

“Beberapa kali tim kita juga keluar wilayah Kota Banjarmasin, seperti ke Barito Kuala maupun ke Kabupaten Banjar untuk membantu di perbatasan,” ujar Husni.

Selain pemadaman dari darat, penanganan juga mendapat dukungan dari udara. Melalui koordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), operasi helikopter water bombing dilakukan di sejumlah kawasan yang membutuhkan dukungan, termasuk Sungai Andai dan Pemurus.

Operasi udara tersebut melengkapi pemadaman di darat untuk mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas.

Pemkot Banjarmasin juga memperhatikan kondisi kesehatan petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

Tim kesehatan yang tergabung dalam Tim Siaga melakukan pemeriksaan terhadap personel di Posko Induk dan tiga pos lapangan. Petugas juga mendapat dukungan vitamin dan masker.

Sementara itu, perkembangan kualitas udara menjadi bagian dari koordinasi penanganan dampak kabut asap, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak.

Kondisi udara turut menjadi pertimbangan dalam kebijakan pendidikan, termasuk penerapan pembelajaran jarak jauh dan penyesuaian jam belajar sesuai perkembangan situasi.

Pemkot Banjarmasin mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.

Masyarakat yang melihat titik api diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti petugas.

Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah bersama petugas dan unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan dari darat hingga udara, sementara masyarakat berperan penting dalam mencegah munculnya titik api dan melaporkan kejadian sedini mungkin. (mc)

Related Articles

Pemko Banjarmasin Dorong Data Jadi Dasar Kebijakan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong pemanfaatan data yang akurat dan...

Indonesia Juara, Balai Kota Banjarmasin Bergemuruh

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ribuan warga memadati Halaman Balai Kota Banjarmasin, Senin (5/10)...

Serahkan Anugerah Komvas 2026, Yamin HR Dorong Inovasi Berdampak bagi Warga

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bappeda Litbang menggelar Penganugerahan Kompetisi...

Tinjau Distribusi Air Bersih, Yamin Harap Warga Kuin Cerucuk Tak Lagi Kesulitan

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR meninjau langsung penyaluran...